Hal tersebut bermula pihak Resto Bai Wei Xian melakukan panggilan malam sekitar jam 21.00 atas masalah kelistrikan di resto tersebut ke teknisi.
Abdullah bersama rekannya selaku tim teknisi listrik area Bahodopi memenuhi panggilan tersebut dan melakukan pengecekan troubleshooting pada kelistrikan 3 Phase di tempat pelanggan.
Setelah ditemukan titik trouble pada bagian tertentu, Teknisi mengkonfirmasi ke pengguna titik trouble serta memberi penjelasan bahwa perbaikan lanjut atas trouble yang ditemukan hanya bisa di lakukan oleh pihak PLN disebabkan teknisi berasal dari luar PLN (Teknisi Lepas), teknisi tidak memiliki wewenang atas trouble tersebut.
Setelah pengerjaan pengecekan Troubleshooting tersebut, Teknisi Abdullah pun, mematok tarif Rp. 400.000 sebagai jasa kunjungan dan Pengecekan Troubleshooting Listrik 3 Phase.
Tarif tersebut merupakan tarif normal pada item pelayanan malam hari, lantai 2, dan Diagnosa troubleshooting Listrik 3 Phase secara nasional yang berkisar Rp. 150.000 - 500.000. (lihat tarif)
Namun masalah muncul pihak Bai Wei Xiang keberatan dengan tarif tersebut karena dianggap kemahalan yang menurutnya teknisi hanya menempel tespen ke area tertentu untuk mendiagnosa troubleshooting kelistrikannya.
Teknisinya pun, memberikan penjelasan bahwa tarif tersebut masih berada di kisaran standar nasional (150-500 rb) dengan memberi bukti Screenshot data tarif via google dengan kata kunci "tarif teknisi swasta untuk cek troubleshooting kelistrikan 3 phase". (Lihat Tarif)
Pihak Bai Wei Xiang tetap tidak menerima tarif yang dipatok meski telah diberi penjelasan juga oleh pihak PLN atas pengerjaan troubleshooting kelistrikan dan tentang tarif oleh teknisi lepas.
Tetap tidak menerima dan kehabisan akal, akhirnya pihak Bai Wei Xiang melakukan pembayaran transfer 100.000 lalu memblokir nomor teknisi dan meninggalkan sisa pembayaran 300.000.
Abdullah, mengaku ini bukan tentang nominal tetapi tentang kredibilitas rekan bisnis (teknisi dan pelanggan) yang saling menguntungkan dan wajib dijaga.
"Ini bukan tentang angka tarif, tapi kredibilitas (kepercayaan) teknisi dan pelanggan wajib dijaga," tegas Abdullah.
Abdullah pun meminta agar pelanggan menghargai jasa tenaga ahli bidang apapun itu termasuk bidang kelistrikan yang punya risiko tinggi.
"Kami tidak menjual sparepart atau barang yang diganti saat melakukan troubleshooting, tapi kami jual keahlian dan risiko kerja, risiko listrik 3 phase jika tidak hati-hati nyawa jadi taruhan, saya kira ini tidak layak dinilai hanya dari 'menempel tespen' tanpa pertimbangan risiko kerja dan keahlian teknisi," lanjutnya saat memberi penjelasan ke pelanggan.
Ia juga menyesalkan atas tindakan pelanggan yang tidak bertanggungjawab full atas balas jasa (pembayaran) ke teknisi listrik dan melakukan pemblokiran nomor WhatsApp ke teknisi.
Ia pun tidak merekomendasikan ke teman teknisi Bahodopi jika menemukan pelanggan seperti itu yang tidak bertanggungjawab atas pembayaran.
"Tdak sy rekom CSnya (yang seperti) itu. Takutnya tdak byar full lagi ke teman teknisi lain," tutupnya via grub WA teknisi elektronik morowali, (17/08).
Online
: